Desain Interior Kasino Hippodrome London: Sejarah & Kemewahan

Di jantung West End London, di tengah hiruk pikuk Leicester Square yang ikonik, berdirilah sebuah bangunan yang lebih dari sekadar kasino. The Hippodrome Casino adalah sebuah monumen, sebuah institusi hiburan yang telah bertransformasi selama lebih dari satu abad. Berbeda dengan kasino-kasino megah di Las Vegas atau Makau yang dibangun dari nol dengan tema fantasi, Hippodrome menawarkan sesuatu yang jauh lebih otentik dan mempesona. Desain interiornya bukanlah ciptaan baru, melainkan sebuah mahakarya “adaptive reuse”—pelestarian yang cermat atas kemegahan teater era Edwardian yang bersejarah, yang kini disuntik dengan energi dan kemewahan kasino abad ke-21.
Masuk ke dalam The Hippodrome bukan sekadar masuk ke tempat perjudian; itu adalah sebuah perjalanan waktu. Anda tidak hanya melihat desain yang indah, tetapi Anda juga merasakan gema sejarahnya—dari raungan singa di sirkus pertamanya hingga vokal legendaris Judy Garland yang pernah tampil di panggungnya. Artikel ini akan mengupas tuntas keajaiban desain interior The Hippodrome Casino, sebuah harmoni sempurna antara masa lalu dan masa kini.
Sejarah Singkat yang Membentuk Setiap Sudut Ruangan
Untuk benar-benar menghargai desain interior Hippodrome, kita harus terlebih dahulu memahami fondasinya. Dibuka pada tahun 1900, bangunan ini dirancang oleh arsitek teater legendaris, Frank Matcham. Matcham adalah seorang jenius dalam menciptakan ruang-ruang yang “terasa” spektakuler. Awalnya, Hippodrome bukanlah kasino atau teater, melainkan “Circus Hippodrome”. Desain aslinya mencakup tangki air raksasa berkapasitas 100.000 galon untuk pertunjukan akuatik dan sirkus.
Selama bertahun-tahun, gedung ini terus berevolusi. Ia menjadi teater varietas, tempat di mana legenda seperti Harry Houdini dan The Jackson 5 tampil. Kemudian, ia bertransformasi menjadi nightclub kelas atas “The Talk of the Town” dari tahun 1958 hingga 1982, yang menjadi tuan rumah bagi Shirley Bassey, Frank Sinatra, dan Stevie Wonder.
Setiap transformasi ini meninggalkan jejaknya. Namun, inti dari desain Matcham—auditorium utama yang megah—tetap bertahan. Ketika diubah menjadi kasino pada tahun 2012, para desainer menghadapi tantangan luar biasa: bagaimana memasukkan semua teknologi modern, keamanan, pencahayaan, dan fungsionalitas kasino ke dalam bangunan Cagar Budaya Kelas II (Grade II listed) tanpa merusak jiwa bersejarahnya? Jawabannya terletak pada penghormatan.
Jantung Desain: Auditorium Utama di Bawah Kubah Megah
Area utama kasino—lantai permainan utama—adalah tempat yang paling menakjubkan. Area ini bertempat di bawah auditorium teater aslinya. Saat Anda berdiri di tengah-tengah meja roulette dan slot, pandangan Anda secara tak terelakkan akan ditarik ke atas.
Langit-langit Kubah (The Dome): Ini adalah mahkota dari interior Hippodrome. Kubah asli yang telah direstorasi dengan cermat mendominasi ruangan. Detail plesteran (plasterwork) yang rumit, motif-motif baroque, dan medali tengah yang megah telah dihidupkan kembali dengan daun emas dan palet warna yang kaya. Pencahayaan modern dipasang secara tersembunyi untuk menonjolkan arsitektur ini, menciptakan ilusi kubah yang melayang di atas hiruk pikuk di bawahnya.
Balkon Teater (The Tiers): Desain Matcham mencakup beberapa tingkat balkon (tiers) yang melengkung. Alih-alih meruntuhkannya, para desainer kasino dengan cerdas memanfaatkannya. Balkon-balkon ini sekarang menjadi rumah bagi:
- Heliot Steak House: Dianggap sebagai salah satu restoran steak terbaik di London, restoran ini terletak di balkon tingkat pertama. Desainnya memungkinkan pengunjung untuk bersantap sambil melihat ke bawah, ke “panggung” lantai kasino utama. Ini adalah sentuhan desain yang brilian, mengubah kasino itu sendiri menjadi sebuah pertunjukan teater.
- Area Permainan Tambahan dan Bar: Balkon-balkon yang lebih tinggi kini menjadi bar yang intim dan area permainan semi-privat, menawarkan pemandangan spektakuler ke seluruh ruangan.
Lengkungan Proscenium (The Proscenium Arch): Panggung asli tempat Judy Garland bernyanyi masih ada. Lengkungan proscenium raksasa yang dulunya membingkai pertunjukan teater, kini membingkai bar utama di “Gods Bar” atau berfungsi sebagai latar belakang dramatis untuk pertunjukan musik live di dalam kasino. Ini adalah pengingat konstan akan warisan hiburan gedung ini.
Harmonisasi Kontras: Modernitas Bertemu Warisan
Tantangan terbesar dalam desain ini adalah pencahayaan dan suasana. Kasino membutuhkan pencahayaan yang spesifik: intim, seringkali redup, dengan fokus cahaya terang di atas meja permainan. Teater dirancang untuk sebaliknya: diterangi secara merata dan terang.
Para desainer di Hippodrome memecahkan ini dengan menggunakan kontras.
- Pencahayaan Arsitektural: Lampu-lampu LED modern digunakan untuk “mencuci” dinding, menyorot pilar-pilar Korintus, dan menonjolkan detail plesteran emas. Ini menciptakan cahaya latar yang hangat dan mewah.
- Pencahayaan Permainan: Di atas meja-meja permainan dan slot, pencahayaan yang lebih terfokus dan modern digunakan.
- Palet Warna: Palet warna yang dipilih adalah merah anggur pekat, emas, dan kayu gelap. Warna-warna ini secara bersamaan terasa teatrikal (mengingatkan pada tirai beludru) dan mewah (standar untuk kasino kelas atas).
Perabotannya modern namun mewah, dengan kursi-kursi berlapis beludru dan karpet tebal yang dirancang khusus. Namun, elemen paling mencolok adalah bagaimana slot-slot video-screen yang sangat modern terlihat di samping pilar-pilar plesteran berusia 120 tahun. Kontras ini, yang seharusnya menggelegar, entah bagaimana terasa harmonis. Itu berhasil karena desainnya tidak mencoba menyembunyikan sejarahnya; ia merayakannya.
Ruang-Ruang Tersembunyi: Dari Galeri Atas hingga Ruang Bawah Tanah
Selain auditorium utama, Hippodrome adalah labirin ruang-ruang yang menawan:
- The Minstrels’ Gallery (Galeri Penyanyi): Di atas lengkungan proscenium, terdapat “Minstrels’ Gallery” asli, yang kini diubah menjadi bar ultra-eksklusif. Ini adalah salah satu tempat terbaik di gedung ini, menawarkan pemandangan langsung ke bawah, ke lantai kasino.
- The Cranbourn Club: Terletak di ruang bawah tanah (bekas ruang ganti dan area panggung bawah), ini adalah ruang kasino yang lebih modern dan intim, didedikasikan untuk permainan elektronik dan slot. Desainnya di sini lebih kontemporer, tetapi tetap mempertahankan dinding bata ekspos asli dari fondasi bangunan.
- Teras Merokok: Bahkan teras merokok di atap pun dirancang dengan cermat, menawarkan pemandangan tak terduga ke atap-atap Leicester Square.
Kesimpulan: Sebuah Destinasi Desain
Interior The Hippodrome Casino adalah sebuah studi kasus cemerlang dalam pelestarian dan transformasi. Ia membuktikan bahwa sebuah kasino tidak harus menjadi “kotak” buatan yang terisolasi dari dunia luar. Dengan merangkul sejarahnya yang kaya, interior Hippodrome menawarkan pengalaman yang tidak bisa ditiru. Ini adalah tempat di mana Anda bisa merasakan kemegahan era Edwardian sambil menikmati hiburan abad ke-21.
Ini adalah pengalaman hibrida, di mana kemegahan arsitektur bersejarah bertemu dengan sensasi hiburan modern. Sensasi ini mirip dengan kegembiraan visual dan pengalaman epik yang ditawarkan oleh dunia digital, seperti yang ditemukan dalam permainan Gates Of Olympus, di mana tema sejarah dan mitologi juga dihidupkan dengan cara yang spektakuler dan modern. Pada akhirnya, The Hippodrome Casino bukan hanya tempat untuk bermain; itu adalah tempat untuk dikagumi, sebuah teater di mana permainan itu sendiri adalah pertunjukannya.
